Minggu, 17 Maret 2013

Teori Sistem Umum


Teori Sistem Umum

Pengertian Sistem
Sistem berasal dari bahasa Latin (systema) dan dari bahasa Yunani (sustema) adalah suatu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi dan energi. Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak. Kata sistem banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi, maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan diantara mereka.

Pengertian Teori Sistem Umum
Teori Sistem adalah sebuah transdiscliplinary study tentang sistem secara umum, dengan tujuan mengelusidasi prinsip-prinsip yang dapat diterapkan untuk semua jenis sistem untuk semua jenis bidang penelitian. Penemu Teori Umum Sistem Umum adalah seorang ahli biologi yaitu Van Bertalanffy. Baginya General System Theory adalah suatu bidnag logic mathematical field yang bertugas menformulasikan dan mendapatkan prinsip-prinsip umum yang dapat diterapkan untuk sistem-sistem pada umumnya. Sedangkan Anatol Rapoport menyatakan," satu kesatuan yang berfungsi sebagai satu kesatuan karena bagian-bagian yang saling tergantung dan sebuah metode yang bertujuan menemukan bagaimana sistem ini menyebabkan sistem yang lebih luas yang disebut sistem teori umum". Teori sistem umum dilandasi oleh asumsi bahwa hukum-hukum dan konsep-konsep membentuk pondasi bidang-bidang yang beragam.

Tujuan Teori Sistem Umum
Tujuan dari teori sistem umum mencari prinsip-prinsip umum untuk sistem secara umum yang memungkinkan para ilmuwan dan para peneliti untuk berpikir lebih jelas tentang tujuan dari setiap sistem  yang mungkin dan tentang metode yang menjangkaunya. Inti dari Teori Sistem Umum secara sederhana dapat kita hubungkan dengan suatu organisasi. Pendekatan demikian terhadap organisasi-organisasi dan analisis organisasi-organisasi sangat bermanfaat. Dalam proses dikonseptualisasi  tujuan-tujuan, struktur tugas-tugas, mekanisme batas-batas, subsistem-subsistem, input-input, dan transformasi mereka hingga menjadi output kesemuanya akan mendapatkan arti penting. Dengan demikian para pimpinan di dalam organisasi sebagai suatu sistem dapat lebih terfokus kepada tugas dan tanggung jawab yang diserahkan pada mereka sehingga tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya dapat dicapai dengan baik.

Klasifikasi Sistem
a. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik
b. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Manusia
c. Sistem Tertentu dan Sistem Tak Tentu
d. Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka

Karakteristik Sistem
Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu mempunyai:
a. Komponen terdiri dari beberapa subsistem atau sub bagian, dimana setiap sub sistem tersebut memiliki fungsi khusus dan akan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
b. Batas Sistem adalah daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem lainnya atau dengan lingkungan luarnya.
c. Lingkungan luar sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem
d. Penghubung adalah media yang menghubungkan antar sistem, yang memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya.
e. Masukan adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem yang dapat berupa masukan perawatan dan masukan sinyal.
f. Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dari sisa pembuangan.
g. Pengolah (proses) adalah sistem yang akan mengubah masukan menjadi keluaran.
h. Sasaran atau Tujuan adalah suatu hal yang akan dicapai

Analisis Sistem
Analisis sistem sangat bergantung pada teori sistem umum sebagai sebuah landasan konseptual. Terdapat banyak pendekatan untuk analisis sistem dan pada dasarnya semunya itu mempunyai tujuan yang sama, yaitu memahami sistem yang rumit kemudian melakukan modifikasi dengan beberapa cara. Tujuan analisis sistem adalah untuk memperbaiki berbagai fungsi di dalam sistem agar lebih efisien, untuk mengubah sasaran sistem, untuk mengganti output,  untuk mencapai tujuan yang sma dengan seperangkat input yang lain atau untuk melakukan beberapa perbaikan serupa.
Tahapan dalam analisis sistem :
1. Definisi sistem
2. Pahami sistem tersebut dan buat definisinya
3. Alternatif apa saja yang tersedia untuk mencapai tujuan dengan memperhatikan modifikasi sistem tersebut
4. Pilih salah satu alternatif yang telah dirumuskan pada tahap sebelumnya
5. Terapkan alternatif tersebut
6. Jika memungkinkan harus mencoba harus mengevaluasikan dampak dari perubahan yang telah dilakukan terhadap sistem

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar