Minggu, 14 April 2013

Inilah Penyebab Naskah UN Telat Dikirim


Siswa kelas 3 SMA Diponegoro 1, Jakarta Timur, histeris saat mengikuti terapi Emotional Freedom Technic yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi UPI Y.A.I, Rabu (10/4/2013). Terapi itu dilakukan untuk menghilangkan strees siswa dalam menghadapi ujian nasional.


Terlambatnya naskah soal Ujian Nasional (UN) 2013 ke 11 provinsi ini ternyata akibat permasalahan teknis yang terjadi di percetakan yang wajib menangani pencetakan hingga pendistribusian soal. Kendala teknis ini sendiri terkait dengan masalah pengepakan soal saat hendak akan didistribusikan.
Direktur PT Ghalia Indonesia Printing, Hamzah Lukman, mengatakan bahwa hingga saat ini naskah soal masih dipilah untuk dimasukkan ke dalam kotak sesuai dengan kabupaten/kota yang dituju dan sesuai kelas yang ada. Keterlambatan dalam pengepakan soal ini sendiri berawal dari banyaknya jumlah soal yang keluar cetak.

"Jumlah naskah soal kali ini memang lebih banyak dan waktu itu kami cetak semuanya langsung 11 provinsi," kata Hamzah seusai jumpa pers UN 2013 di Kemendikbud, Jakarta, Minggu (14/4/2013).
"Dari banyaknya soal tersebut, akhirnya jadi kesulitan saat mau memasukkan ke dalam boks karena variasi soalnya juga banyak untuk tahun ini," imbuhnya.

Padahal, ia mengakui bahwa untuk kelancaran proses produksi naskah soal ini, pihaknya menambah sekitar 300 pekerja lagi dari biasanya. "Biasanya ada 200 pekerja. Tahun ini kami tambah hingga pekerja agar proses cepat selesai," ujar Hamzah.

Selain itu, ia juga mengeluhkan durasi kerja yang mestinya hingga 60 hari menjadi hanya sekitar 25 hari. Padahal, jumlah soal yang kali ini dicetak lebih banyak dengan variasi paket soal yang juga tak kalah banyak.

Sebelumnya, pihaknya berasumsi ritme kerja akan seperti tahun lalu. "Tapi ternyata ini jauh lebih sulit. Sebelumnya kami sudah pernah menangani soal UN juga, tapi hanya seprovinsi, yaitu Sumbar," jelasnya

"Tapi, saat ini kami upayakan segera selesai dan besok sudah sampai di daerah yang dituju," tandasnya.

Seperti diberitakan, terdapat 11 provinsi yang mengalami keterlambatan pengiriman soal, yaitu Sulawesi Selatan, Bali, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah. Sementara untuk 22 provinsi tetap digelar sesuai jadwal pada 15 April.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar