Selasa, 30 April 2013

Konsep Content Management


Apa itu content ?



Mengapa kita perlu melakukan pengelolaan content ?

Content adalah Informasi mentah akan menjadi content apabila diberikan dalam satu bentuk/format yang berguna untuk satu atau lebih maksud tertentu.

Content management berkaitan dengan pengorganisasian, pengkategorian, dan penstrukturan sumber daya informasi sehingga dapat disimpan, ditarik, dipublikasikan, dan digunakan kembali dengan berbagai cara

Agar dapat bermanfaat dan memenuhi kebutuhan user terdapat 7 karakteristik yang harus dipenuhi oleh sebuah content tersebut:

  1. Mudah ditemukan
  2. Akurat, terkini, diperbarui secara kontinu
  3. Cukup lengkap untuk kebutuhan user
  4. Terorganisir untuk searching dan retrieval
  5. Dapat terbaca (bahasa yang tepat)
  6. Terkait dengan content lain yang relevan
  7. Ditargetkan untuk setiap kebutuhan user dan level pengalaman dan pengetahuan

Gambar piramida Model Konseptual content management


Dalam piramida model konseptual content management, hal yang menjadi pondasi dasarnya adalah Komunitas User. Karena user yang akan menjadi pengguna utama content management.

Penggunaan content management dalam dunia bisnis antara lain adalah melalui supply chain (rantai
pasok).

Dokumen penting apa saja yang dihasilkan pada proses Product Development yang sekiranya dapat digunakan kembali pada proses-proses lainnya adalah:

1. Studi kelayakan (feasibility study)
2. Definisi kebutuhan (requirements definition)
3. Rencana pengujian (test plan)
4. Source code
5. Spesifikasi code
6. Gambar-gambar teknis

Sumberdaya Informasi menjadi penting artinya sebagai pemasok content yang akan dikelola melalui
content management.

 Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengelola sumberdaya informasi.
1. Imaging informasi tercetak
2. Labeling informasi yang ada untuk retrieval
3. Transformasi informasi yang ada menjadi content web yang bermanfaat
4. Restruktur informasi yang ada
5. Konversi untuk membuat struktur

Model Informasi merupakan sebuah struktur yang tersusun atas tiga tingkatan (3-tier).
1. Dimensi Mendata
2. Tipe Informasi
3. Unit Content

Beda antara model informasi statis dan model informasi dinamis beserta contohnya.
MI Statis Bermanfaat bila user yang menggunakan sudah memahami informasi dan lojik organisasi
model informasi dalam desain struktur hirarkikal
• Misalnya pengaturan sistem manajemen file dalam bentuk hirarkikal folder (direktori) dan file
dalam Windows Eplorer
MI Dinamis adalah Model yang dapat berubah dan menyesuaikan sebagai respon terhadap kebutuhan user
• Misalnya advance search dalam Windows Explorer
Buatlah sebuah model informasi untuk sebuah Tutorial Online.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar