Senin, 22 April 2013

Mazda Biante - Sensasi MPV Stylish Ala Jepang


Akhir 2012 lalu PT Mazda Motor Indonesia (MMI) membuat kejutan dengan memperkenalkan Mazda Biante. Desainnya unik, mengusung fitur-fitur baru, teknologi mesinnya juga cukup fun to drive, dan yang terpenting punya ruang kabin yang lega.
Kira-kira seperti itulah gambaran hasil review ekslusif BosMobil terhadap Mazda Biante beberapa waktu lalu. Desainnya yang modern dinamis membuat sosok Mazda Biante jadi pusat perhatian ketika melintas di jalan raya Ibukota. Bentuk bagian muka mencirikan desain stylish khas Mazda, sementara mengurut hingga belakang berubah jadi futuristik.
Seperti halnya CX-5, Mazda juga membekali berbagai fitur modern pada Biante, mulai dari mesin yang diklaim menggunakan sistem transmisi baru sehingga perpindahan gigi lebih lembut, xenon headlamp with autolevelling yang bisa mengatur ketinggian pancaran cahaya tergantung beban mobil, perangkat keselamatan aktif dan pasif yang cukup lengkap, hingga piranti hiburan layar sentuh LCD 6,1 inci.
Untuk lebih lengkapnya simak ulasannya di bawah ini.

Desain

Sudah hampir lima tahun belakangan, Mazda selalu bermain dengan desain-desain yang stylish. Mulai dari Mazda2, Mazda6, Mazda8, Mazda CX-7 dan CX-9, Mazda CX-5, dan kini desain stylish itu diterapkan pula pada Mazda Biante.
Sebenarnya Mazda Biante bukan barang baru bagi Mazda Motor Corp. Kehadirannya di Indonesia bagi sebagian orang juga sudah tidak asing, mengingat beberapa Importir Umum (IU) sudah berani menggiring MPV 7-seater itu. Namun baru pada perhelatan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2012 lalu PT Mazda Motor Indonesia (MMI) memperkenalkan Mazda Biante.
Jujur saja, sejak awal melihat penampakan Mazda Biante yang boyong oleh IU tersurat ciri khas desain unik. Bagian depan hadir dengan bumper yang dibuat lebar bahkan hingga kebagian kap mesin. Pemisahnya cuma sebatas horizontal grill berlogo Mazda yang disepuh krom. Bumper yang lebar itu dipermanis dengan front grill yang juga melebar plus aksen kisi-kisi krom, serta fog lamp yang dibuat vertikal.
Jika memperhatikan secara detil mulai dari fender depan menurut hingga ke fender belakang, maka terlihat jelas tarikan garis desain yang begitu dinamis. Guratan-guratan ini bagaikan sebuah aliran air yang mengalir. Untuk mempercantiknya, Mazda membubuhkan bentuk headlamp menyipit yang meruncing mirip mata burung yang tajam.
Pada bagian belakang, Mazda Biante juga tampil khas dengan lampu rem, sein, dan mundur yang menyatu pada satu garis horizontal beraksen krom dengan gaya tiga dimensi. Tidak cuma itu ada pula lampu tambahan yang dibenamkan secara vertikal pada bagian sisi bumper belakang.
Untuk interiornya perhatian kami langsung tertuju pada desain atraktif panel-panel meter yang ada di dashboard. Warna-warnanya yang menarik pasti langsung jadi pusat perhatian siapapun yang masuk ke kabin Mazda Biante.
Sementara itu jok serta doortrim dibalut dengan bahan fabric yang punya permukaan lebih lembut dengan warna beige yang menyejukkan. Jok baris pertama dan kedua dibuat captain seat dengan meninggalkan ruang diantara masing-masing jok. Sehingga keadaan ini memungkinkan anak kecil berpindah dari jok depan ke belakang tanpa mengganggu sopir meskipun mobil dalam keadaan bergerak. Pas untuk Anda yang kerap berpergian dengan seluruh anggota keluarga. Putera-puteri Anda pasti tidak akan cepat bosan berlama-lama di dalam kabin Mazda Biante.

Performance

Bicara performa sebuah mobil keluarga memang tidak bisa berharap banyak. pasalnya family car seperti dari segmen MPV atau Big MPV bukan supercar atau sportcar yang lebih mementingkan daya pacu mesin.
Begitupun dengan Mazda Biante. Berbekal mesin 1.997 cc Direct Injection Spark Ignition (DISI) 4 silinder DOHC with Sequential Valve Timing (SV-T) and Electronic Throttle Control (ETC), Mazda Biante diklaim bisa menghasilkan output 150 PS pada 6.200 rpm dengan torsi 190 Nm di 4.500 rpm.
Kesan yang kami dapat ketika melakukan sesi uji coba pada Mazda Biante yakni sebuah MPV yang nyaman untuk dikendarai. Geser tuas transmisi ke posisi "D" maka mobil melaju lembut. Hampir tidak ada hentakan meski gas diinjak mendadak. Jika gaya mengemudi Anda selalu stabil dalam arti injakan pedal gas tidak mendadak maka pada panel indicator akan muncul logo ECO berwarna kuning.
Tapi mazda Biante bukan MPV yang lemot. Geser saja tuas transmisi ke posisi "S", maka perpindahan gigi akan berlangsung di RPM lebih dari 4.000. Alhasil tenaga bisa meluap lebih instan. Atau kalau masih mau tetap ada di "D", maka tekan tombol "HOLD" yang ada di sisi kanan tuas transmisi maka gigi dicegah naik lebih tinggi, Misalnya, saat ditahan pada gigi 4, tidak akan naik ke 5 atau 6. Ini berguna ketika Anda ingin mendahului kendaraan lain saat medan menanjak.
Pada kecepatan lebih dari 100 kpj, mobil juga masih bisa ditolerir tingkat kestabilannya mengingat Mazda Biante bukan sportcar dengan tingkat hambatan laju angin yang rendah. Meski demikian Mazda Biante kami nilai tetap fun to drive untuk mengajak seluruh keluarga travelling pelesir kota di akhir pekan.

Comfort

Diciptakan sebagai mobil keluarga, Mazda Biante layak memiliki kenyamanan diatas rata-rata dibanding mobil lain. Itu pula yang sepertinya coba diterjemahkan tim engineer Mazda.
Dengan panjang 4.715 mm, lebar 1.770 mm, dan tinggi 1.835 mm, Mazda Biante tidak bisa dibilang berukuran compact. Tapi efeknya, ruang kabin terbilang lega apalagi jarak sumbu rodanya mencapai 2.850 mm. Jarak dashboard dengan jok pengemudi dan penumpang depan masih sangat lebar. Terlebih lagi kedua kursi tersebut bisa dimaju-mundurkan dengan rentang yang cukup jauh.
Jok baris kedua dan ketiga lebih hebat lagi. Keduanya bisa digeser dengan rentang jarak yang teramat lebar. Jok baris kedua bisa dipepetkan dengan jok baris ketiga untuk mendapat ruang tengah yang makin lega. Demikian pula jok baris ketiga bisa dimepetkan dengan jok baris kedua supaya kapasitas bagasi melonjak berkali lipat.


Mekanisme sliding door alias pintu geser memungkinkan masuk keluar penumpang lebih leluasa. Sementara di bagian depan, baik kursi pengemudi dan penumpang dibuat dengan busa yang tebal dan empuk sehingga nyaman untuk perjalanan jauh.
Mazda Biante juga bukan MPV yang nyaman tatkala dibawa santai. Ground clearance yang terbilang rendah (150 mm) namun menggunakan ban profil 205/60/R16 membuat Mazda Biante bisa menapak lebih baik dibanding MPV bongsor lain tatkala diajak bermanuver pada kecepatan tinggi.
Artinya Mazda Biante nyaman untuk dibawa santai dan masih asyik ketika dibawa kencang.

Fitur

Punya tampang yang stylish tentu harus ditunjang fitur modern, jika tidak pasti akan timpang. Begitu pun dengan Mazda Biante, beberapa fitur ungulan jadi nilai lebih MPV yang diimport langsung dari Jepang ini. Misalnya saja headlamp xenon dengan autolevelling yang bisa mengatur ketinggian pancaran sinar lampu sesuai beban mobil. Fitur anti lock brake system (ABS) dan SRS Airbags di pengemudi dan penumpang depan juga jadi satu contoh perangkat keselamatan yang ada pada Mazda Biante.


Jangan lupakan pula keyless entry serta automatic slidding door pada kedua pintu sampingnya. Fitur ini memudahkan bukan cuma pengemudi tapi juga penumpang belakang.
Demi kenyamanan seluruh awak penumpang, Mazda Biante diperkuat layar monitor LCD 6.1 inci yang memiliki fitur Radio tuner, CD Player, MP3 Player, serta Aux-In dan USB. Satu lagi fitur yang tak boleh dilupakan, yakni AC Nanoe Generator Ion yang diklaim bisa menetralisasi bakteri serta anti virus.

Price

Sebagai mobil keluarga alias family car, Mazda Biante punya poin penting dari segi kenyamanan kabin. Ruang kabin baik jok baris pertama, kedua, hingga ketiga semuanya begitu lebar. Sistem suspensi juga terbilang baik meredam guncangan mobil sehingga seluruh penumpang hampir tidak merasakan gejala guncangan.
Namun mazda Biante tidak melenggang sendiri di segmen MPV middle up, dibanderol Rp.380 juta on the road Jakarta lajunya langsung dihadang sang penguasa otomotif Tanah Air, dengan Toyota NAV1. Kemudian Nissan pun tak mau kalah dengan menggelontorkan Nissan All New Serena. Nama besar Toyota pasti akan memberi efek baik terhadap daya tarik NAV1, sementara sejarah harum Serena juga dapat menjadi modal besar Nissan dalam menggiring lagi konsumen setianya untuk memilih All New Serena. Inilah pekerjaan rumah (PR) dari Mazda Biante guna mendobrak dua kompetitor kerasnya itu.
Dengan bekal desain yang stylish, beragam fitur unggulan yang tidak terpangkas karena Mazda Biante dikirim utuh langsung dari Jepang bukan produksi lokal, serta interior yang begitu lapang, Mazda Biante patut jadi perhatian. Tapi semua tentu kembali pada selera Anda masing-masing.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar