Minggu, 21 April 2013

Peugeot 107 - Si Mungil Minimalis

Berkendara dengan mobil sejenis SUV, MPV sampai dengan hatchback di jalur Ibukota sudah umum rasanya, namun bagaimana dengan mobil mungil city car seperti Peugeot 107 yang memiliki dimensi 3.430 mm, 1.630 mm, 1.470 mm (PxLxT) dikombinasi dengan wheelbase 2.340 mm, tentu sensasinya akan berbeda ...


Yup, maraknya kendaraan city car yang beredar di pasar Indonesia rupanya turut menggoda PT Astra International Peugeot – Sales Operation untuk memboyong langsung si mungil Peugeot 107 dari Perancis ke Indonesia. Meski sedikit telat untuk membahasnya, tapi daya tarik dari si mungil ini masih tetap menarik untuk dieksplor lebih dalam.

Trendy & Minimalis


Memiliki kontur body yang minim membuat Peugeot 107 terlihat menarik kala berseliweran di Ibukota. Secara visual memang tak begitu 'wah', tapi adanya beberapa ornament membuatnya bersolek modern.



Sektor depan tepatnya mulai dari grill hingga kap mesin memiliki sisi karakter yang cukup kuat. Lengkungan pada kap mesin yang dikombinasikan dengan model headlamp ala almond serta perangkat LED daytime light serta "floating" grill membuat si mungil ini terlihat trendy, apalagi dengan dukungan pilihan warna-warna menariknya juga pelek alloy 14".






Beralih ke bagian belakang, secara jujur memang tak ada yang menarik disektor belakang dari city car yang memiliki dimensi panjang hanya 3.430 mm ini, hanya saja Peugeot 107 terlihat sedikit unik dengan tampilan paduan kaca yang juga berfungsi sebagai pintu bagasi dengan model stop lamp segitiga yang cembung.



Sekilas menilik interiornya, nuansa berlawanan sangat kental terasa. Bagaimana tidak, dengan dimensi yang mungil rupanya tangan handal para insinyur Peugeot mampu merealisasikan ruang lapang yang nyaman meski memang lagi-lagi secara desain tatanannya cukup simple dan minimalis.



Hampir tak ada yang istimewa selain dari tingkat kelapangannya, untuk jok sendiri hanya dihadirkan melalui balutan bahan fabric sedangkan dashboardnya juga ditunjang dengan pilihan 1 warna, tapi justru tampilan minimalis ini terlihat begitu memudahkan untuk pengendaranya dalam mengaplikasi sejumlah fitur di dalam 107.

Small Power But Fun To Drive


Diciptakan sesuai dengan konsepnya sebagai mobil yang aktif diperkotaan yang sarat dengan situasi kemacetan, maka 107 tak membutuhkan pasokan mesin yang besar dan gila akan tenaga.

Hanya bermodalkan dengan mesin 3 silinder berkapasitas 998 cc yang diklaim menyimpan tenaga sebesar 68 hp pada 6.000 rpm serta torsi 93 Nm di 3.600 rpm, si mungil dari keluarga Peugeot ini sudah mampu mewadahi kebutuhan para "urban people" yang membutuhkan kendaraan simple, lincah, gesit dan juga irit konsumsi bahan bakar.
Sewaktu dipinjamkan beberapa waktu lalu, BosMobil pun mencicipi langsung berkendara dengan Peugeot 107 melintasi jalur-jalur rawan macet di Jakarta. Selain cukup lincah dan fun to drive, ternyata tenaga yang disalurkan dari si mungil ini cukup reponsif dan asik digunakan saat posisi stop n go. Keunggulan posturnya yang minimalis juga berguna kala menyalip beberapa kendaraan kala kondisi macet.



Hal berbeda saat kami menjajalnya diruas jalan tol, meski turut dimodali dengan transmisis 2-tronik yang dapat dikendalikan melalui paddle shift dibelakang kemudi, tapi perpindahan giginya terasa lamban dan berat, kami pun terpaksa mengambil ancang-ancang lebih jauh saat ingin menyalip kendaraan di depan. Bahkan ketika digeber habis pun, body mobil terasa melayang.

Sederhana Dengan Ruang Lapang
Jangan beranggapan si mungil ini memiliki sisi interior yang sesak, karena Anda salah besar. Secara tampilan memang tak mengambarkan ruang yang lapang pada interior, tapi ketika berada didalam dan merasakan ruang kabinnya yang ada justru tampilan leluasa dari interiornya yang didesain secara minimalis.



Baik dari baris pertama hingga baris ke-2 ternyata, Peugeot 107 memiliki ruang legroom yang baik untuk seukurannya. Sayangnya bangku baris ke-2 didesain tegak sehingga membuat tak nyaman penumpangnya ketika berada terlalu lama didalamnya.



Dari sisi visibilitas si mungil 107 memiliki visual pandangan yang baik untuk sektor depan dan belakang, penggunaan material kaca sebagai pintu bagasi ternyata memiliki nilai lebih. Walaupun tampilannya sederhana, namun arsitek Peugeot mencoba untuk menanamkan kesan sporty dengan membenamkan spidometer ala 2 tingkat dengan desain bundar di belakang kemudi.



Kesan mewah layaknya kendaraan Peugeot lainnya pada sektor interior rupanya harus anda tanggalkan, karena seperti telah diungkapkan 107 memiliki tampilan interior yang sangat minimalis. Mulai dari lapisan material plastik yang membungkus door trimnya sampai dengan pengatur kaca spion dan kaca belakang yang dilakukan secara manual.



Safety First
Minimaslisasi rupanya tak hanya terdapat pada sektor interior dan tampilanya melainkan hingga sisi fiturnya. Perangkat audio sistem yang tertanam pada 107 masih menggunakan head unit single DIN.



Satu-satunya fitur unggulan yang ditawarkan 107 adalah dari segi keselamatan baik untuk penumpang maupun pengendaranya. Mulai dari sistem pengereman ABS di keempat roda, EBD standar, empat buah airbag dan side impact door sampai dengan penunjang handling yang telah dijejali sistem cornering stability control.

Price


Meski memiliki tampilan sederhana dan juga fitur yang tak banyak, namun statusnya sebagai kendaraan CBU dari Perancis membuat harganya memang melambung tinggi. On The Road Jakarta,  PT Astra International Peugeot – Sales Operation membandrolnya sebesar Rp 206 juta. Hmmmm ... kisaran harga yang tak murah bukan, maklum 107 memang memiliki kelas dan pasar tersendiri untuk kalangan pecinta fanatiknya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar