Kamis, 02 Mei 2013

Awas, Kompresi Terlalu Tinggi Dapat Membahayakan Mesin


Pada dasarnya, mobil yang mengikuti balap drag race ataupun sejenisnya sudah pasti mengalami modifikasi yang extreme pada mesnnya. Misalnya penggunaan beberapa perangkat untuk meningkatkan tenaga, yang salah satunya ganti piston untuk meningkatkan kompresi mesin.
High Compression
“Naiknya kompresi pada mesin memang dapat membuat tenaga mobil jadi lebih besar. Power dari mesin dapat dirasakan mulai dari putaran mesin rendah hingga tinggi. Terlebih pada mobil yang menganut aliran NA ( Naturally Aspirted) memang membutuhkan kompresi tinggi atau high compression pada mesinnya, namun tetap harus dalam batasan aman,” buka Siswanto dari Gati Sport 2.
“Namun kompresi yang terlalu tinggi juga membawa dampak yang kurang baik bagi mesin. Terlalu tingginya kompresi dalam memodifikasi mesin dapat menyebabkan knocking atau ngelitik bila bahan bakar yang dipakai tidak sesuai atau setting timing tidak tepat. Mesin juga menjadi cepat panas sehingga memungkinkan komponen mesin memuai  dan dapat menimbulkan kemacetan pada komponen yang vital,” tambah Siswanto.
“Terlebih lagi untuk mobil yang menggunakan turbo, kompresi sengaja diturunkan dan harus menggunakan bahan bakar beroktan tinggi. Hal ini disebabkan karena ketika meningkatnya boost pada turbo, diikuti juga oleh meningkatnya kompresi mesin yang ditunjang suplai bahan bakar beroktan tinggi,” tutupnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar