Minggu, 05 Mei 2013

Bagaimana Ciri-ciri Bakso Sapi Enak?



 
Jika tak sempat bikin sendiri, paling praktis beli bakso sapi siap olah. Bakso sapi ini banyak dijual di pasar tradisional dan pasar swalayan. Ada yang berbentuk curah dan ada juga kemasan buatan pabrik modern.

Meskipun dibuat dari bahan yang sama, kualitas bakso sapi berbeda-beda. Tergantung pada jumlah daging sapi yang dipakai dalam adonan. Berkisar dari 40% -90%, makin banyak dagingnya pastinya makin enak. Saat membeli, perhatikan beberapa ciri-ciri ini.


1. Bentuk
 
Bentuk baso yang bagus sangat ditentukan oleh bahan mentah dan kestabilan suhu saat proses pemasakan bakso. Bakso sapi yang baik mempunyai bentuk bulat halus ukurannya seragam, bersih, tidak kusam, dan tidak berlendir.
 
 
2. Warna
Jika dibuat dengan rasio daging sapi lebih banyak, maka bakso sapi akan mempunyai warna cokelat keabuan yang gelap. Baso berwarna putih cerah bisa saja ditambahkan pemutih dan campuran daging ayam.
 
 
3. Bau atau aroma
Baso tanpa pengawet (misalnya formalin) akan berubah baunya dalam 4 jam jika tidak ditaruh dalam kulkas atau freezer. Bakso sapi kualitas tinggi mempunyai aroma khas daging sapi yang menonjol.
 
 
4. Rasa
Pencampuran beberapa bumbu dan penyedap dalam daging sapi ditujukan untuk rasa yang lebih gurih. Dalam bakso, rasio campuran daging sapi seharusnya lebih banyak, karena itu rasa daging sapi harus yang lebih menonjol daripada bumbu tambahan.
 
 
5. Tekstur
 
Daging terbaik untuk membuat bakso adalah paha belakang secondary cut, selain itu waktu pemasukan juga akan mempengaruhi tekstur. Bakso berkualitas mempunyai tekstur padat, elastis, kenyal, tetapi tidak alot, dan kering tidak berair.
 
 
6. Harga
Bakso sapi matang dijual dengan kisaran harga Rp 800- 1.500 per butir. Makin mahal harganya, bakso sapi tentu makin banyak mengandung daging sapi atau makin enak. Bakso yang besar dan murah umumnya lebih banyak memakai tepung tapioka dan bahan aditif lainnya. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar