Rabu, 29 Mei 2013

Bolehkah Anak Lakukan Angkat Beban?



Anak-anak memang harus didorong untuk gemar berolahraga. Olahraga yang dilakukan secara rutin akan membuat tubuhnya bugar, mencegah kegemukan, serta membantu anak lebih berprestasi di sekolah. Meski demikian, anak tidak anjurkan melakukan olahraga angkat beban.

Olahraga angkat beban yang dilakukan di usia anak-anak bisa menganggu pertumbuhan tulang anak. Menurut dr.Sophia Benedicta, residen Kedokteran Olahraga dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, anak berusia kurang dari 12 tahun dilarang mengangkat beban yang berasal dari luar tubuhnya.
"Beban yang terlalu berat bisa mengganggu lempeng pertumbuhan (growth plate) tulang. Akibatnya anak tidak bisa tinggi," katanya di sela acara peluncuran Gerakan Nusantara yang diadakan oleh PT.Frisian Flag Indonesia di Jakarta (27/5/13).

Lempeng pertumbuhan ini berperan pada pertumbuhan memanjang tulang sampai akhir masa pertumbuhan. Beban yang terlalu berat dikhawatirkan akan menutup growth plate.

Anak-anak lebih disarankan melakukan kegiatan olahraga aerobik seperti bola kaki, bola basket, bulutangkis, bersepeda, jogging, main lompat tali, dan sebagainya.

Sophia juga tidak merekomendasikan anak-anak berolahraga di pusat kebugaran (gym) karena bisa mengurangi kesempatan anak terpapar sinar matahari yang merupakan sumber vitamin D.

Selain kegiatan olahraga, anak-anak juga bisa didorong melakukan kegiatan fisik dengan melakukan permainan yang membutuhkan banyak gerakan, seperti main petak umpet, loncat tali, galasin, kasti, dan sebagainya. Anak usia sekolah sebaiknya dikurangi waktu melakukan aktivitas santai seperti menonton televisi atau main video games. Aktivitas santai yang terlalu banyak dan diikuti dengan makanan yang berlebihan bisa menyebabkan kegemukan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar