Kamis, 02 Mei 2013

Mazda Klaim Mazda6 Punya Standar Safety Bintang 5

 
 Mahalnya suatu varian bukan hanya ditentukan dari sebuah bongkahan mesin super yang digendongnya. Fitur keselamatan juga menjadi daya tarik setiap pengendara di seluruh dunia.

Salah satunya pabrikan Jepang Mazda yang tengah konsen untuk bisa mengajak pecinta otomotif dunia dan Indonesia akan keselamatan saat berkendara di tubuh All New Mazda6.

"Fitur keselamatan menjadi perhatian kami, bahkan kami telah menerapkan standar keselamatan Amerika dan Eropa di All New Mazda6," ucap Chief Program Engineer Product Div, Mazda Motor Corporation, Hiroshi Kajiyama, di Dharmawangsa Hotel Jakarta, Kamis (11/4/2013).

Meski sampai saat ini belum mendapatkan bintang lima dalam uji tabrakan di Eropa, Mazda yakin All New Mazda6 akan berhasil mendapatkannya melebih Toyota Camry dan Honda Accord.

"Saat ini kita memang masih dalam tahap pengujian untuk keselamatan untuk di Eropa. Tapi kami yakin akan menyabet bintang 5 dalam keselamatan. Karena kami telah banyak melakukan pengujian di Jepang," katanya.

Tanpa ragu Hiroshi mengajak awak media bisa melihat langsung tubuh All New Mazda6, yang dipersiapkan untuk merebut 5 bintang dalam fitur keselamatan.

"Di Eropa fitur keselamatan menjadi hal yang sangat penting, bahkan untuk pejalan kaki sekali pun. Namun untuk di Amerika tidak seperti itu. Anda bisa lihat pada bagian kap mesin kami membuat rongga disetiap sisinya, selanjutnya pada bagian kap mesin kami menyediakan tutup kap mesin kami memberi pelindung dibawah kap mesin agar saat pejalan kaki tertabrak dan berada diatas kap mesin maka tidak akan terlalu keras," ujarnya.

"Selanjutnya untuk mendapatkan nilai terbaik untuk lembaga keselamatan di Amerika, kami memberikan karet disetiap sisi ALl New Mazda6. Dimana karet ini akan masuk kedalam lubang yang kami sediakan, sehingga saat terjadi tabrakan tidak membahayakan penumpang dan pengendara didalamya. Selain itu didalam ruang dibalik pintu kami menggunakan bahan terbaik yang bisa meredam benturan keras dari sisi luar," lugasnya.

Sedan ini merupakan sedan Mazda pertama yang menerapkan SKYACTIV Technology. Mulai dari mesin SKYACTIV-G, transmisi SKYACTIV-Drive, SKYACTIV-Body, serta SKYACTIV-Chassis. Semua faktor penting kendaraan itu dirancang dan dibuat dengan teliti.

Di samping fitur safety yang pasif seperti 6 airbag, Anti-lock Brake System (ABS) atau baja berkekuatan tinggi yang digunakan untuk membangunnya, Mazda6 terbaru menurut Bonar juga diperkuat berbagai fitur safety yang aktif.

Fitur-fitur itu digabungkan dalam sebuah tema besar berlabel i-ACTIVESENSE yang merupakan sebuah teknologi keamanan tingkat tinggi yang dirancang untuk mendukung proses berkendara secara aman.

Ada Lane Departure Warning System (LDWS) yang merupakan fitur yang mampu memperingatkan para pengendara kalau si pengendara tiba-tiba melenceng dari jalur.

Sistem ini sangat diperlukan untuk memperingati pengemudi mengantuk atau lengah dan menghindarkan mereka dari kecelakaan yang tidak diinginkan. Sistem ini akan bekerja saat lampu indikator LDWS menyala hijau, jika kuning berarti tidak bekerja karena kecepatan di bawah 60 km/jam atau kamera tidak mendeteksi marka jalan.

Disamping itu, ada pula Rear Vehicle Monitoring (RVM) System yang berfungsi layaknya sonar. Karena dengan fitur ini, Mazda6 terbaru jadi bisa mendeteksi dan menginformasikan ke pengemudi jika ada mobil mendekat dari jarak 50 meter di belakang mobil baik di kiri dan kanan.

Ketika fitur ini aktif, maka peringatan suara akan bunyi jika Anda menyalakan sein sementara ada mobil di belakang kanan atau kiri sesuai dengan arah sein Anda. Dengan begitu, mobil mencegah Anda pada potensi kecelakaan yang mungkin saja timbul.

Selain itu, mobil juga akan memberi lampu tanda peringatan berwarna oranye yang akan tampak pada spion kanan atau kiri bila mobil ini mendeteksi keberadaan mobil lain yang melaju mendekatinya. Untuk bisa bekerja, mobil ini membutuhkan kecepatan 30 km per jam atau lebih tinggi.

Sementara fitur Adaptive Front-lighting System (AFS) membuat lampu depan mobil menjadi lebih cerdas.Karena fitur ini membuat lampu mobil bisa mendeteksi adanya tikungan untuk kemudian mengarahkan lampunya sesuai dengan arah tikungan itu.

Dengan hal itu, pengemudi pun dimungkinkan untuk melihat sekitar tikungan pada malam hari dengan memprediksi sudut tikungan dari input setir dan kecepatan lalu mengarahkan lampu ke arah sesuai dengan arah mobil. Keamanan pun meningkat.

Belum cukup sampai disitu, Mazda juga mengaplikasi fitur High Beam Control (HBC) System yang memungkinkan mobil secara otomatis memilih antara lampu jauh dan lampu dekat sesuai kebutuhan pengemudinya.

Bila jalanan lengang, maka mobil akan menjalankan lampu jauh sehingga pengemdi dalam melihat lebih jauh di malam hari. Namun, otomatis kembali ke lampu dekat saat berpapasan dengan mobil lain dan kembali ke lampu jauh setelah papasan selesai. Hal ini juga berlaku apabila terdapat kendaraan yang berada di depan Mazda6.

Selain fitur-fitur keamanan yang tadi disebutkan, All-New Mazda6 ternyata memiliki fitur yang dapat mengerem otomatis untuk mencegah tabrakan. Fitur itu diberi nama Smart City Brake Support (SCBS) System.

Fitur ini diciptakan untuk menghindari dan atau mengurangi benturan dengan obyek kendaraan roda empat di depan mobil ketika mobil berjalan antara 4-30 km/jam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar