Senin, 17 Juni 2013

Cara Meningkatkan Kedewasaan Diri

Sangat menggelikan memang ketika bertemu dengan seseorang yang sudah sangat tua dalam tampakan luar namun masih kekanak-kanakan dalam hal mental. Yang membedakannya orang seperti ini dengan anak kecil pada umumnya tinggallah kumis, jenggot dan bulu-bulu lainnya yang sudah tumbuh lebat. Anda tentu paham, bahwa dewasa bukanlah usia. Dewasa adalah kematangan mental seseorang. Baik itu emosional, intelektual maupun spiritual. Bertambah tua itu pasti, dewasa adalah pilihan. Pilihan bagi orang-orang yang tak pernah henti belajar. Belajar membangun karakter. Di bawah ini terpapar cara-cara meningkatkan kedewasaan Anda;
1. Mandiri Secara Finansial
Inilah anak tangga pertama bagi Anda untuk dapat dikategorikan dewasa. Manalah mungkin seseorang dikatakan dewasa, sementara untuk membeli ponsel saja masih minta pada orangtuanya. Temukan pekerjaan yang Anda sukai dan tentu menjanjikan tunjangan gaji yang memadai untuk kebutuhan dan keinginan Anda. Hanya saja, tidak sedikit orang yang mempunyai gaji yang tinggi namun tidak cukup cerdas dalam mengelola keuangannya. Kedewasaannya belum lengkap.
2. Mandiri secara Intelektual
Kedewasaan Anda dalam hal finansial harus dibarengi dengan kedewasaan dalam berpikir. Berpikirlah sebelum bertindak. Seorang dewasa bukanlah orang yang hanya memaklumi kesalahannya, ianya juga memperbaiki kesalahan tersebut. Ada banyak masalah yang tak perlu Anda alami sendiri, jika Anda bersedia berpikir dahulu sebelum bertindak. Kedewasaan Anda juga diukur dari seberapa cerdas Anda dalam mengambil keputusan dan mempertanggungjawabkan apapun konsekuensinya. Menyalahkan orang lain adalah pantang untuk Anda lakukan. Hanya saja, ada sebagian orang yang sangat cerdas intelektualitasnya, namun sangat lemah dalam hal emosional. Orang-orang idealis yang tidak mampu menyikapi realitas, contohnya. Kedewasaannya, masih belum lengkap.
3. Mandiri secara Emosional
Oke! Sekarang Anda sudah mandiri atau dewasa dalam hal finansial dan intelektual. Tentu, Anda sudah dapat memenuhi minimal kebutuhan Anda sendiri dulu. Anda juga sudah mandiri dalam merencanakan segela sesuatu. Yang jelas, karir Anda sudah melesat cepat. Kabar buruknya adalah, beberapa orang terkadang mengidap penyakit sosial tertentu. Misalnya begini, orang tersebut mapan dan cerdas pula. Tapi dia begitu sulit berbagi dan tidak kooperatif dalam kerja tim. Diperlukan kedewasaan emosional untuk dapat hidup bahagia bersama, bukan “memakan” kebahagiaan itu seorang diri. Hanya saja, ada orang yang sudah mapan, cerdas dan baik pula tapi sikapnya itu datang-datangan. Dia tidak memiliki landasan keyakinan yang jelas, benar dan tegas. Sekali terkena masalah, alkohol pelampiasannya. Cara pamungkasnya hanyalah kedewasaan spiritual. Sampai disini, kedewasaan Anda belum dikatakan lengkap.
4. Mandiri Secara Spritual
Untuk dapat mandiri secara spiritual Anda tidak diharuskan menjadi ustadz atau pendeta. Asalkan Anda dapat bertanggung jawab atas perilaku Anda di hadapan Tuhan, sesama dan alam semesta, Anda sudah dapat dikategorikan dewasa secara spiritual. Karena tidak sedikit orang yang katanya cerdas dan baik, justru menyimpan kebusukan di dalam jiwanya. Perbuatan baik Anda bergantung pada keyakinan dan niat Anda dalam melakukan perbuatan baik tersebut. Akhirnya, kedewasaan Anda lengkap sudah. Selamat mendewasakan diri!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar