Sabtu, 03 Agustus 2013

Honda Ubah Brio Jadi Mobil Murah





Dengan dikeluarkannya regulasi Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2013 menyangkut LCGC, selain Daihatsu dan Toyota, beberapa APM langsung merespons. Suzuki mulai memajang calon mobil murahnya berbasis Wagon R di ajang PRJ, Kemayoran, Jakarta Pusat. Sedangkan Honda sedang berupaya mengubah "mobil kota" Brio menjadi mobil murah.
"Saat ini lagi dijajaki, peraturan memang sudah ditandatangani (Presiden SBY), tinggal menunggu juknisnya (petunjuk teknis)," ujar Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM), kepada KompasOtomotif, Minggu (9/6/2013) malam.
Brio dipasarkan di Indonesia dengan pilihan mesin 1.3 liter dan bersaing dengan rival Nissan March, Toyota Etios Valco, Mistubishi Mirage, dan Suzuki Splash. Semula, Brio memang disiapkan untuk ikut program LCGC, tetapi karena regulasi yang tidak kunjung terbit, HPM mengubah strategi dengan membekalinya dengan mesin 1.3 liter.
Jonfis menjelaskan, HPM sedang mempertimbangkan apakah akan memilih mesin 1.0 liter atau 1.2 liter untuk Brio. Survei masih terus dilakukan ke pasar untuk menentukan langkah selanjutnya. Ketika ditanya kemungkinan dipasarkan akhir kuartal ketiga ini, Jonfis tidak mengelak. "Katanya minggu depan juknis sudah bisa keluar, mudah-mudahan bisa," tambahnya.
Dengan membekali Brio mesin 1.2 liter sebagai salah satu opsi, berarti Honda melakukan diferensiasi segmen dengan duo Daihatsu Ayla-Toyota Agya yang dibekali mesin 1.0 liter dan sudah dipasarkan sejak September 2012. Lantas, apakah Honda masih akan mempertahankan nama Brio sebagai mobil murahnya? Sama-sama kita nantikan pada akhir kuartal ketiga tahun ini!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar