Minggu, 22 September 2013

Sensasi Luapan Teknologi Diesel Anyar - Review Chevrolet New Captiva VCDi 2.0L

Sempat mencicipi sesaat ketika resmi diperkenalkan pada akhir tahun lalu, tim BosMobil akhirnya mendapat kesempatan untuk mengeksplorasi lebih jauh Chevrolet New Captiva VCDI 2.0L Diesel.



Berbekal teknologi mesin diesel yang baru, PT General Motors (GM) Indonesia pede jika Chevrolet New Captiva VCDi 2.0L diesel akan mengekor sukses "keluarga" Chevrolet Captiva lainnya di Indonesia.



Lalu apa modal Chevrolet New Captiva VCDi 2.0L Diesel untuk terus mengangkat nama besar Chevrolet di Indonesia dan bersaing dnegan SUV berbahan bakar solar lainnya? Berikut penelusuran tim BosMobil yang telah berhasil melakukan tes drive mobil gambot berdarah Amerika tersebut.

Desain



Dibanding New Captiva bermesin bensin 2.4L, hampir tak ada perbedaan tampilan pada versi dieselnya ini. Front grill tetap dibuat lebar sebagai sumber pasokan aliran udara segar ke ruang mesin dari luar, headlamp dibentuk lebih futuristik sementara front bumper desainnya kini makin dinamis.



Perbedaan paling kentara justru ada di bagian belakang. Meski rear lamp dan desain rear bumper tetap serupa New Captiva 2.4L gasoline, tapi pada varian dieselnya ini dibubuhi emblem VCDi di bagian kiri belakang.



Interior pun bak pinang dibelah dua dengan New Captiva bensin. Bentuk serta posisi dashboard, setir, door tirm, tuas transmisi, panel instrument, hingga jok belakang semuanya sama. Ke-7 jok penumpang juga tetap dilapis bahan fabric yang serupa New Captiva bensin. Jadi jangan heran kalau mengamati mobil ini tidak akan menemui perbedaan dibanding versi mesin bensinnya.


Performance

Kalau tim tidak menemui perbedaan di sisi desain, maka lain hal ketika sudah merasakan tenaga mesin diesel DOHC Common Rail Direct Injection 1.998cc milik Chevrolet New Captiva VCDi.



Dibantu teknologi Variable Geometry Turbocharged (VGT) dengan sistem Intercooler, Chevrolet New Captiva 2.0L Diesel FWD dipercaya sanggup menyemburkan daya maksimal 163 PS pada 3.800 rpm dengan torsi puncak 360 Nm di 1.750-2.750 rpm. Catatan itu terbukti saat tim menguji coba diesel kebanggan GM Indonesia itu melintasi berbagai trek di dalam mota maupaun luar kota.
Meliuk di tengah keramaian kota, New Captiva VCDi terasa gesit untuk diajak dengan kondisi stop and go. Tapi jika posisi tuas transmisi GM Tiptronic 6-speed ada di "D", maka mobil kerap mengalami gejala "menyentak" jika dalam kondisi jalan raya dengan traffic yang padat. Namun gejala itu akan hilang tatkala menggunakan mode manual.
Masuk ke jalan bebas hambatan, kekuatan teknologi Square Engine yang membuat diameter dan langkah piston sama-sama memiliki jarak 86 mm dan teknologi anyar Common Rail Direct Injection VGT membuat New Captiva VCDi gesit untuk mencapai kecpetan tinggi. Namun generasi terbaru Captiva VCDi ini lebih lembut dibanding pendahulunya.

Kecepatan demi kecepatan diraih secara smooth, berbeda dengan karakter SUV bermesin diesel lain bahkan dengan Captiva VDCi generasi sebelumnya yang cenderung lebih "liar".
Geser tuas ke posisi manual Tiptronic maka tim mendapatkan tenaga yang lebih "galak" dengan cara menaik atau menurunkan tingkat percepatan sesuai kebutuhan. Wow... tanpa terasa hanya menekan pedal gas secara lembut saja speedometer sudah menunjukkan 170 km/jam.



Hal menarik lain dari New Captiva VCDi yakni tingkat efisiensi bahan bakar rupanya ditekan cukup baik atas beberapa faktor. Diantaranya penggunaan bahan blok mesin yang lebih ringan, penggunaan Camshaft DOHC sehingga efisiensi volumetrik suplai bahan bakar ke dalam ruang bakar lebih sesuai kebutuhan mesin.
Selain itu injection pressure yang sekarang 1800 bar, serta EGR system menggunakan high-capacity cooler, dan juga variable swirl memungkinkan pengaturan pasokan BBM sesuai dengan putaran mesinnya. Dalam catatan pengujian kami, Chevrolet New Captiva VCDi hanya mengkonsumsi 1 liter solar untuk menempuh perjalanan sejauh 9,4 km.

Comfort



Suspensi yang masih menggunakan MacPherson Sturt with Coil Spring dan Independet 4 Link with Coil Spring membuat kenyamanan bantingan mobil tak jauh berbeda dibanding Captiva pendahulunya kalau tidak boleh dikatakan sama persis dengan New Captiva bensin. Tapi jika diperhatikan ternyata 4 link levelizer pada suspensi belakang memberikan kenyamanan yang cukup baik di hampir semua jenis permukaan jalan.

Dengan teknologi ini suspesni New Captiva akan mendeteksi berat beban yang ada di kabin dan melakukan settingan secara otomatis. Dengan begitu, mobil tidak akan terlihat membawa muatan berlebih dan menyesuaikan kekerasannya dengan medan yang dilalui.



Di luar itu, legroom serta posisi kemudi dan visibilitas pada New Captiva VCDi tetap sama dengan generasi sebelumnya. Posisi duduk baik saat jadi pengemudi maupun penumpang belakang juga masih tetap sama. Pun demikian dengan ruang penumpang jok baris ketiga yang masih terlalu sempit sehingga rasanya cuma cocok diisi oleh anak-anak.

Fitur





















Lagi-lagi hampir tidak ada perbedaan fitur yang diusung Chevrolet New Captiva VCDi dengan versi mesin bensinnya. Instrument panel tetap menampilkan speedometer, tachometer, fuel meter, dan temperatur meter yang tampil analog. Sedangkan di bagian tengah tersusun Multi Information Display (MID) yang berisi setting AC, fuel consumtion, estimasi jarak tempuh dengan sisa BBM dalam tangki dan juga temperatus suhu di lingkungan sekitar mobil.

Di bagain bawah MID ada audio system berupa Radio, CD, MP3 player yang terintegrasi dengan sistem Arkarmys Surround Sound System. Ketiadaan audio steering switch kadang membuat repot ketika harus mencari aan audio stasiun radio favorit atau mengganti keping cakram.

Pengaturan jok pengemudi maupun seluruh penumpang juga masih dilakukan secar manual sehingga butuh waktu untuk mendapatkan posisi duduk terbaik sebelum berpetualan dengan SUV ini.

Price


Dengan banderol Rp.355 juta on the road Jakarta, Anda yang kepincut tampang anyar dari Chevrolet captiva tapi ingin varian yang bermesin diesel bisa pilih New Captiva 2.0L Diesel FWD ini. Tapi Anda harus merogoh kocek Rp.361 juta guna menebus yang berwarna khusus Pearl White.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar