Senin, 21 Oktober 2013

KIA Sorento Diesel Bisa Telan Bio Solar, Tapi?

Bosmobil - Secara tampilan dan fitur memang KIA tak membedakan atau bahkan melebihkan antara KIA Sorento bensin maupun versi solarnya yang baru saja dirilis pada hari pertama IIMS 2013 berlangsung. "Yang membedakan hanya mesin saja, yang satu bensi dan yang ini diesel, selain itu tentu harganya pun turut berbeda," ungkap Arifani Perbowo, General Manager Product KMI.



Seperti diketahui moment kenaikan harga BBM sepertinya menjadi momok yang paling berpengaruh untuk para konsumen roda empat beralih atau sekadar melirik mobil-mobil bermesin diesel. Tak salah juga bila akhirnya KIA Indonesia melansir varian Sorento diesel yang dibandrol Rp 410 juta dengan mesin 2.2 liter CRD-I serta ditemani transmisi 6 percepatan otomatis hingga mampu menghasilkan tenaga sebesar 197 Ps/3.800 rpm dan torsi 44,5 Kg.m/1.800-2.500 rpm.

Pertanyaanya, apakah si Sorento Diesel yang berstatuskan sebagai SUV Premium ini mampu menggunakan bahan bakar solar subsidi? Hal ini pun langsung diterangkan oleh Arifani saat melakukan presentasi produk di booth KIA.

Menurutnya, kadar bahan bakar bio solar yang ada di Indonesia masih memperhatinkan. "Untuk Indonesia sendiri bio solar masih buruk, jadi kami tak menganjurkan para pengguna Sorento diesel ini menggunakan baan bakar bio solar," ungkapnya.
Namun guna memberikan pilihan terhadap masyarkat atau solusi ringan bagi para pengguna bio solar, Arifani juga menjelaskan lebih lanjut bahwa di KIA Sorento diesel ini telah ditambkan beberapa parts untuk menangani pengguna bio solar, salah satunya adalah dengan penggunaan double filter alias filter ganda pada saringan kotoran.

"Bila terpaksa mengkonsumsi bio solar jangan remehkan perawatan, apalagi bila sampai terlambat. Bio solar cukup kotor maka kami menambahkan filter untuk menyerap kotoran dari bio solar hingga Sorento diesel ini memliki filter ganda. Bukan hanya itu sesuai pengetesan kami hingga 100.000 km pada Sorento diesel menggunakan bio solar memang tak ada masalah dengan mesin hanya saja performanya sedikit ngedrop hingga 20%. Jangan lupa di tiap 10.000 kendaraan wajib di service rutin termasuk mengganti filter dan membersihkan EGR-nya," tangkas Arifani.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar