Minggu, 13 Oktober 2013

Pencipta BBM Komentari Orang Indonesia



KOMPAS.com — Gary Klassen, namanya mungkin tak banyak dikenal oleh pengguna BlackBerry Messenger (BBM) di dunia. Meski begitu, mungkin pria inilah yang paling "berjasa" di balik layanan pesan instan itu.

Bersama dengan satu orang lainnya, Klassen-lah yang mengerjakan proyek BBM pada 2005 silam. Kini, di tengah keterpurukan BlackBerry, BBM menjadi salah satu hal yang tetap "seksi" dari perusahaan tersebut, dengan jumlah pengguna mencapai kisaran 60 juta.

Pencipta BBM ini ternyata memiliki pandangan unik tentang Indonesia, negeri yang akrab dengan BlackBerry. Saat berbicara dengan perwakilan situs Lhaini.com pada gelaran BlackBerry Jam Asia 2013, Klassen mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut menaruh perhatian khusus kepada pengguna BBM Tanah Air.

"Kami melihat cara (pengguna Indonesia) memakai BlackBerry Messenger. Mereka harus tahu bahwa mereka telah menginspirasi kami untuk menambahkan fitur-fitur seperti BBM Channel," ujar Klassen.

BBM Channel adalah satu fitur baru yang rencananya akan ditambahkan ke BBM. Channel memungkinkan pengguna untuk berlangganan (subscribe) sebuah kanal yang dikelola oleh brand atau pengguna lain, mirip dengan mekanisme Twitter. Tujuannya adalah membuat koneksi yang lebih kuat dengan merek atau perusahaan/figur tertentu dengan audience di BBM.

Klassen tidak merinci apa persisnya perilaku pengguna Indonesia yang memberi "inspirasi" untuk pengembangan BBM, tapi dia mengaku tahu kebiasaan orang Indonesia yang melakukan kegiatan bisnis seperti menjual produk dengan memanfaatkan BBM.

Sejak pertama diperkenalkan Mei lalu, hingga kini BBM Channel masih berada dalam tahap beta di BlackBerry Beta Zone. Klassen belum bisa mengungkap kapan fitur tersebut akan difinalisasi dan resmi ditambahkan ke dalam BBM. Dia berjanji pihaknya akan merealisasikan hal itu secepat mungkin.

"Kami tahu bahwa pengguna Indonesia sangat mengantisipasi fitur yang satu ini, kami pun demikian. BlackBerry ingin membuat semuanya menjadi lebih mudah, kami mendengarkan dan memperhatikan pengguna di Indonesia," ucap Klassen. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar