Rabu, 06 November 2013

Berboncengan, Ada Triknya Lho!


Berboncengan ada teorinya agar selamat.



California, KompasOtomotif – Sepintas, berboncengan itu sepele. Namun menurut Ride Apart, banyak ahli transportasi menganggap kegiatan ini salah satu yang berbahaya. Terlebih jika pemegang kendali tak menguasai betul cara berboncengan yang ideal. Jika ingin berboncengan senyaman solo ride, berikut caranya

1. Beban ekstra.
Memboceng orang berbobot lebih dari 120 kg dengan sepeda motor bebek adalah tindakan yang penuh resiko. Sama juga dengan membonceng siapa pun dengan berat berapa pun, namun tidak siap. Bobot tambahan berpengaruh terhadap akselerasi, kinerja rem dan suspensi. Jika tak bisa berbuat banyak terhdap akselerasi, pastikan kinerja rem masih oke untuk menahan laju beban berlebih. Pastikan suspensidisetel untuk bobot tambahan. Pijakan kaki bagi boncengers harus ada!

2. Mulai naik
Mintalah orang yang akan Anda bonceng memberi aba-ba. Pastikan posisi kaki yang benar untuk menahan beban orang yang akan naik di belakang. Mintalah boncenger  naik dari sisi yang tidak ada knalpotnya (biasanya kiri). Tujuannya, mengantisipasi karena sepeda motor sering roboh ketika orang yang dibonceng naik tanpa memberi aba-aba.

3. Lebih Rapat
Semakin rapat lebih baik. Mintalah orang yang Anda bonceng memeluk erat. Ketidaknyamanan timbul jika pegangan boncenger kurang erat. Tubuhnya akan terdorong ke depan ketika sepeda motor direm dan tertinggal saat berakselerasi. Terlepas hal ini menyebabkan kenyamanan menjadi berkurang, kondisi ini lebih baik ketimbang penumpang terlempar atau justru Anda berdua yang terhempas karena kehilangan keseimbangan.

4. Berbelok
Boncenger yang kurang pengalaman pasti akan ”melawan” ketika belok. Belok kiri, tubuhnya justru menahan ke kanan, begitu juga sebaliknya, karena takut jatuh. Ini lebih berbahaya dan rawan oleng, karena bobot sepeda motor tidak mengikuti arah belokan. Mintalah orang yang dibonceng untuk mengikuti kemiringan ketika Anda berbelok, dengan melihat pundak Anda sebagai patokan.

5. Berhenti
Mintalah kaki boncenger untuk tetap berada di pijakan kaki sebelum Anda siap. Sepeda motor yang melaju, lalu direm, bobotnya akan mengarah ke depan. Jika kaki boncenger buru-buru turun sebelum sepeda motor berhenti sempurna, keseimbangan pasti terganggu dan kemungkinan besar bisa roboh.

Tips tambahan:
a. Mintalah boncenger tidak menengok ke belakang, atua membuat gerakan mendadak.
b. Jangan berbelok terlalu rebah pada kecepatan tinggi, kecuali sudah sejago Valentino Rossi.
c. Jika boncenger bisa meraih tangki bahan bakar (sepeda motor sport), mintalah untuk memegangnya untuk menahan beban tubuhnya  sendiri ketika berhenti atau melambat.
d. Tetaplah menjaga jarak untuk berhenti, sesuaikan dengan beban karena pengontrolan semakin sulit .

Tips di atas tidak hanya berlaku untuk moge, juga yang kecil yang sering digunakan  sehari-hari. Selamat membonceng! 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar