Senin, 18 November 2013

Menulis Berita Lempang (Straight News)

 
Straight News atau Spot News adalah berita yang ditulis apa adanya berdasarkan fakta yang   dilihat dan didengar di tempat kejadian. Dalam bahasa Indonesia disebut Berita Lempang (Lempang dalam bahasa Betawi berarti lurus/straight). Straight News selalu  ditulis secara terburu-buru agar cepat dimuat/disiarkan karena nilai beritanya sangat tergantung pada faktor aktualitas.
Karakteristik fakta yang harus ditulis dalam bentuk straight news adalah:
  1. Fakta terbuka, yaitu fakta tentang peristiwa atau pernyataan yang diliput semua media.  Fakta seperti agar cepat diberitakan agar tidak lebih dulu diberitakan oleh media lain.
  2. Fakta cepat berubah, yaitu fakta  tentang peristiwa atau pernyataan yang dari waktu ke waktu selalu berubah atau mengalami perkembangan.  Fakta seperti ini harus cepat diberitakan sebelum faktanya berubah.
  3. Fakta cepat basi, yaitu kegunaan fakta tersebut bagi masyarakat sangat tergantung pada kondisi kebutuhan mereka saat itu.  Fakta seperti ini harus segera disiarkan, sebelum kegunaannya (nilai beritanya) bagi khalayak berkurang atau hilang.
 Straight News selalu disusun dalam bentuk piramida terbalik, yaitu mulai dari bagian paling penting makin ke bawah makin kurang penting.  Bagian paling atas (alinea pertama) disebut lead/inti berita, merupakan bagian fakta paling penting, sedangkan bagian selanjutnya merupakan uraian/penjelasan  dari alinea pertama tersebut.
Penulisan seperti ini tidaklah mudah  karena: 1) kebiasaan sejak nenek moyang kita menyampaikan pesan secara  bertutur,  sehingga menulis belum menjadi budaya, dan 2) kebiasaan kita bercerita secara kronologis, yaitu bagian penting ditempatkan di akhir cerita.
Kegunaan menulis bagian terpenting paling atas adalah:
  1. Memudahkan redaksi dalam menyiarkan berita. Yaitu,  bila ruang/waktu tidak cukup untuk memuat seluruh isi berita, maka bisa mengabaikan bagian bawah berita
  2.  Membantu khalayak  agar cepat mengetahui isi berita. Yaitu, dengan hanya mengetahui bagian paling penting, khalayak sudah bisa memahami berita tersebut.
Gambar Struktur Berita Piramida Terbalik
Menyusun  Judul Berita
 Judul berita merupakan gambaran dari isi berita, sehingga dengan membaca judul sudah bisa mendapat gambaran tentang isi berita.  Maka judul berita harus memenuhi syarat berikut:
  1. Judul berita harus menggambarkan inti terpenting dari berita.
  2. Judul ditulis secara singkat, padat, dan menarik.
Agar judul bisa menggambarkan inti terpenting dari berita, maka judul berita harus ditulis setelah seluruh berita selesai ditulis. Kata-kata yang terdapat dalam judul harus diambil dari kata-kata yang terdapat dalam lead.  Penulisan judul harus singkat, padat, dan menarik, yaitu harus menggunakan kata sedikit mungkin (paling banyak enam kata) dan dibolehkan memenggal awalan.  Bila judul terlalu panjang, maka dibuat dua baris, bisa disertai judul kecil di atasnya (disebut ‘kick,) atau judul kecil di bawahnya (sebut ‘deck’).
 Contoh Judul Berita:

Jakarta Siap Gelar Pilkada


Habibie: Ada Yang Hina, Anggap Pujian


Pongkor Minta Korban Lagi

Sembilan Kecamatan Tertimbun Longsor


Penjualan Mobil Esemka Turun

 - Terpukul Kebijakan Uang Muka Kredit


Menulis Lead
Lead atau Teras Berita (‘teras’ = inti, bukan ‘teras’ = beranda) merupakan bagian paling penting dari fakta yang dikumpulkan. Lead berita terdapat di alinea pertama yang harus memenuhi syarat sebagai berikut:
  1. Bagian paling penting dari fakta yang diberitakan
  2. Ditulis lengkap, singkat, dan padat
  3. Disajikan secara sederhana, mudah dipahami, dan menarik
 Bagian  fakta paling penting
Tidak ada rumus dalam menentukan apa yang paling penting, tapi bisa diambil dari bagian fakta yang paling ingin cepat diketahui khalayak. Misalnya:
  1. Fakta tentang pertandingan olahraga, tentu fakta yang ingin cepat diketahui adalah tentang hasil pertandingan tersebut. Maka lead berita yang biasa kita temui seperti ini:  “Kesebelasan Indonesia berbagi angka 1-1 dengan Thailand, pada pertandingan persahabatan di Gelora Bung Karno tadi malam”.
  2. Fakta tentang musibah atau bencara, tentu yang pertama kali ingin diketahui khalayak adalah akibat musibah/bencana tersebut. Maka lead berita yang sering ditulis wartawan seperti ini: “Tiga orang tewas, dua luka berat, dan 12 luka ringan akibat tertimpah panggung roboh pada konser Lady Oca, di Lapangan Merah, Moskow, Minggu malam”.
  3. Fakta  tentang persidangan, rapat, kongres, dan sejenisnya, pasti yang ingin cepat diketahui khalayak adalah tentang hasil persidangan tersebut. Maka kita selalu baca lead seperti ini: “Pemerintah akan menaikkan harga premium menjadi Rp 7.000 per 1 Januari 2013. Demikian keputusan rapat kabinet terbatas bidang Ekuin, yang dibacakan Menteri ESDM, Jero Wacik, usai sidang tersebut pagi ini”.
  4. Fakta pendapat, baik hasil wawancara, menghadiri konferensi pers, atau hasil mendengar pidato. Bagian paling penting adalah penggalan pendapat yang paling berpengaruh bagi banyak orang. Maka bisa saja hasil rekaman pidato/konferensi pers selama satu jam hanya pantas dijadikan berita dua alinea saja.  Hasil wawancara setengah jam hanya diberitakan satu alinea.
 Lengkap, singkat, dan padat
Sebaiknya alinea pertama tersebut memuat lengkap jawaban terhadap pertanyaan 5W + 1H  (what, who, where, when, why, dan how),  namun penulisannya harus singkat dan padat.    Sebaiknya lead tidak lebih dari tiga alinea dan jumlah kata paling banyak 35.  Kadang tidak semua jawaban 5W+1H bisa dimuat dalam lead,   karena kalau dipaksakan alineanya akan terlalu panjang. Jika demikian, maka unsur why dan atau how bisa dimuat di alinea berikutnya.

 Sedehana, mudah dipahami, dan menarik
Lead seharusnya menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami. Maka kata yang dipilih haruslah yang sudah diketahui artinya oleh khalayak. Kata dalam bahasa asing maupun bahasa daerah sebaiknya dihindari. Apalagi kalau kata itu belum akrab bagi khalayak. Begitu juga kalimat yang digunakan, haruslah yang gampang dipahami oleh mereka. Sedapat mungkin menggunakan kalimat tunggal dan menghindari kalimat majemuk.
Di samping itu,  penulisan lead harus diawali dengan  unsur  5W+1H yang paling menarik. Biasanya mulai unsur what, namun kalau menyangkut orang penting (prominence) harus dimulai  unsur who. Jarang sekali lead dimulai unsur where dan when,  karena kedua unsur tersebut biasanya hanya sebagai pelengkap. Namun jika unsur where atau  when itu memang penting, bisa saja  lead dimulai unsur tersebut.
Contoh lead yang dimulai unsur where: “Kampung Ambon dan Bongkaran Tanah Abang menjadi target operasi narkoba oleh Polda Metro Jaya. Lebih 20 orang ditangkap dari dua lokasi tersebut tadi malam, dua orang ditembak kakinya karena mencoba melarikan diri ….”   Contoh lead dimulai unsur when: “Kurang dari tiga jam, polisi berhasil membekuk tiga orang kawanan perampok tokoh mas di Depok tadi pagi. Ketiganya:  MR, AP, dan RZ ditangkap di sebuah klub malam di daerah Parung, Bogor.
Begitu juga jika ternyata unsur why atau  how  yang menarik, maka bisa saja lead dimuai dengan unsur tersebut. Contoh lead dimulai unsur why:  “Akibat tidak tahan  menanggung malu, seorang murid kelas 5 SD di Magetan bunuh diri ….”  Contoh lead dimulai unsur how: “Hanya berbekal seikat sapu lidi, seorang ibu rumah tangga di Bekasi berhasil menghalau tiga perampok yang menyatroni rumahnya tadi malam ….”.

Contoh lead lengkap dimulai unsur what:
BEKASI (POST). Muda mudi tewas (what) tersambar kereta api Gajayana Jurusan Malang – Jakarta (why), di dekat Stasiun Bekasi (where), Rabu  pagi (when). Saksi mata, Ahmad (33) (who)  menceritakan, kedua korban yang identitasnya belum diketahui (who),  berdiri di rel ketika kereta sudah mendekat (how).
Catatan: Lead di atas memuat lengkap jawaban 5W + 1H, hanya terdiri dari dua kalimat  dan 35 kata.

 Contoh lead lengkap dimulai unsur who:
Jakarta (Tempo) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Who) marah (What)  karena ada empat gubernur absen pada pembagian Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2013  (Why) di Istana Negara (Where), pagi ini (When).  Saking marahnya, arahan SBY hanya berlangsung kurang dari 10 menit. (How)
Catatan: Lead tersebut memuat lengkap jawaban 5W+1H, hanya terdiri dari dua kalimat dan 35 kata.


Tubuh Berita
Menulis tubuh berita bukanlah hal sulit kalau datanya lengkap. Tubuh berita hanyalah melengkapi keterangan 5W+1H yang belum dijelaskan dalam lead. Misalnya berita tentang “Muda-mudi Tewas di Bekasi”,  belum jelas antara lain: Bagaimana kondisi kedua mayat? Bagaimana penanganan kedua jenazah?  Bagaimana ciri fisik kedua korban?
Sedangkan pada berita tentang  “Presiden Marah”, yang belum jelas antara lain: Siapa empat Gubernur yang absen tersebut?  Apa alasan para gubernur tersebut?Bagaimana ekspresi wajah SBY ketika menyampaikan pidato? Apa yang dikatakan SBY tentang ketidakhadiran empat Gubernur tersebut?


nb : dalam menulis berita lempang, biasanya bagian penutupnya menggantung. Artinya berita bisa selesai langsung tanpa menggunakan kalimat penutup. Hanya dari bagian awal berita sampai menuju akhir, konsepnya harus seperti piramida terbalik yang dimana pada bagian awal merupakan inti dari berita tersebut. Lalu semakin kebawah sampai bagian akhir, intensitas important dari berita itu makin berkurang menjadi semakin kurang penting

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar