Selasa, 05 November 2013

Toyota Etios Valco - Si Minimalis Yang Fun To Drive

BosMobil - Entah atas dasar apa Toyota Astra Motor meluncurkan varian city car Etios yang stratanya berada di bawah Yaris. Entah karena untuk mengisi kekosongan atau sekadar untuk memperlengkap jajaran produk-produknya, tapi yang jelas Etios memilki nilai tersendiri meski tetap membawa beberapa kekurangan.
Sebagai city car jelas peruntukannya lebih mengarah ke pengguna dalam kota dalam menunjang aktivitas para penggunanya, apalagi mereka yang sifat kerjanya dituntut untuk mobile. Kata lainnya, Etios Valco lebih cocok digunakan sebagai kendaraan commuter tak harus memiliki bodi besar namun cukup nyaman untuk dikendarai, apalagi untuk rute dalam kota yang terkenal dengan kesesakan trafficnya.
Sebagai city car dibawah 200 jutaan dengan mesin dibawah 1.300 cc, Etios pun tak bermain sendirian karena ada Mitsubishi Mirage yang menempati posisi sama dengan Etios. Lalu bagaimana plus minusnya, saja simak ulasan review ringanya.

Desain

Tampilannya memang minimalis dan sederhana, apalagi untuk Tipe E ini yang keluar dengan kekurangan bila dibandingkan dengan Tipe G yang jadi varian teratasnya. Tapi bicara soal fungsi, sebagai sebuah city car di bawah 1.300 cc yang diciptakan untuk mengakomodir aktivitas pengguna di dalam kota, ia masih mampu untuk membuktikannya.
Sedikit kekurangan pada Tipe E ditandai dari absenya foglamp, bodi aerokit, rem ABS+EBD, dan pengatur spion elektrik. Sederhana dan biasa saja bukan berarti tak segar dipandang, keberadaan desain grill dan bumper yang sedikit maju membuatnya terlihat agresif, belum lagi dengan headlamp stylish serta lekukan belakang yang dinamis ketika bersanding dengan stoplamp modern. Overall desainnya cukup fresh atau setidaknya tak kalah saing lah dengan para kompetitor.
Next, menuju ruang kabinnya. Ups...lagi-lagi tampilan sederhana bersahaja menyambut pandangan mata ketika membuka pintu utama dan melirik sektor dashboardnya. Simple atau mungkin modern minimalis, entahlah mana yang pantas yang jelas secara visual memang tak ada yang mencolok kecuali kesan unik dari tampilan headunit Double DIN yang berada tepat di bawah spidometer serta bentuk kisi-kisi AC yang menyita perhatian.
Oh yah, untuk spidometer dengan latar putih yang berada ditengah-tengah dashboard meneyerupai Yaris memang menimbulkan kesan berbeda, tapi disisi lain letaknya kurang 'sreg' bila pengendara memajukan posisi duduknya.

Performance

Mengusung mesin berkode 3NR-FE 4 silinder, 16 Valve DOHC berkapasitas 1.197 cc, Etios hanya mampu melontarkan tenaga sebesar 80 Ps pada 5,600 rpm dan torsi hingga 10.6 Kgm pada 3.100 rpm. Namun begitu hal ini dirasa sudah cukup, tinggal balik lagi ke fungsinya untuk memenuhi penggunaan dalam kota yang tak memerlukan tenaga bengis tapi lebih mengejar sisi efesiensi bahan bakar yang ramah dengan kantong penggunanya.
Suka tidak suka, Etios hanya datang dengan dilengkapi transmisi manual saja bahkan samapi dengan varian tertingginya. Walaupun bermodalkan transmisi manual 5-percepatan dan dinilai 'tanggung', tapi bila melihat dari kacamata berbeda justru ini membuat Etios lebih responsif ditiap putarannya, dan tentunya lebih irit bahan bakar. Apalagi efek fun to drive yang dihadirkan melalui sistem kemudi yang dilengkapi EPS membuatnya cukup ringan dan lincah kala bermanuver.
 

Comfort



Seperti yang telah diungkapkan, tingkat kenyamananya memang sedikit kurang bila dibandingkan dengan city car yang dibandril harga Rp 200 jutaan. Tapi bila mengacu pada penggunaan dalam kota Etios masih cukup baik. Hal ini terlihat dari kelapangan kabinnya, baik dibaris pertama maupun ke-2 yang sama-sama nyaman dari sisi head room dan leg room. Jok berlapis tebal yang dibalut bahan fabric cukup nyaman ketika ditunggangi, posisi berkendara pun terasa mantab kala didukung dengan visibilitas lapang. Sayangnya, kesan minimalis yang dituangkan cukup berlebihan hingga untuk kaca spion pun harus disetel secara manual.
Dari sisi minusnya, Etios Tipe E juga menyimpan kelebihan tersendiri dibanding rival sejatinya, keberadaan ruang bagasi yang lapang dan dapat digunakan untuk membawa barang yang berukuran besar membuat rivalnya sedikit iri.

Fitur

Sedikit miris memang karena tipe E ini tak selengkap dengan tipe G. Bicara mengenia fitur, tipe E telah ditopang dengan sarana hiburan dari audio 2 din head unit dengan radio am/fm, cd, mp3, usb, serta aux yang disertai 4 buah speaker. Memberikan kemudahan dalam berkendara ia juga telah disematkan dengan piranti electronic power steering yang membantu kemudi tetap ringan saat digunakan.
Dari hasil tes saat kami menggunakan di dalam kota, ternayta sisi handlingnya lumayan nyaman apalgi ia juga cukup lincah dikala kami mengajaknya bermanuver menyalip beberapa kendaraan.

Price

Kesimpulannya, Etios yang dibandrol hampir menyentuh angka Rp 150 jutaan ini cukup menyenangkan untuk melibas kemacetan dalam kota, selain lincah kami nilai ia cukup irit bahan bakar meski harus diakui efek transmisi manual membuat sedikit pegal dan kurang praktis. Bila dibandingkan dengan para kompetitornya, tentu ada plus dan minus, tapi lagi-lagi pilihan ada di tangan pembeli ....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar